Tampilkan postingan dengan label Cergam Kumarajiva 01~30. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Cergam Kumarajiva 01~30. Tampilkan semua postingan

Jumat, 13 September 2013

Cergam Kumarajiva 30


Setelah berhasil keluar dari gurun pasir, mereka bertemu dengan cobaan baru, gunung es yang ada di depan mata sangat terjal, jika tidak berhati-hati maka akan jatuh ke jurang maut dan hancur lebur. Ada seorang pengikut yang mengatakan pada puteri : “Di sini udaranya dingin, sepanjang tahun turun hujan dan badai salju, anda bersama pangeran hendaknya berhati-hati”. Puteri bersama Kumarajiva bersiap-siap menghadapi rintangan selanjutnya.


  走出沙漠之后,又遇上了新的考验。眼前的雪山崎岖陡峭,一不小心就会跌下万丈深渊,化作齑粉。一位随行者对公主说:这里气候寒冷,四季冰封,风狂雪猛,你和公子千万要小心啊。公主和罗什准备经受新的磨难。


Cergam Kumarajiva 29


Setelah badai pasir berlalu, mereka terus bersemangat untuk melanjutkan perjalanan. Puteri bertanya pada Kumarajiva apakah menderita atau tidak, Kumarajiva menjawab : “Asalkan dapat mempelajari Buddha Dharma, sesusah apapun saya juga tetap merasa bahagia!” Puteri merasa terhibur dan tertawa bahagia.

  风沙过后,他们继续打起精神赶路。公主问罗什苦不苦,罗什说:只要能求得佛法,再苦我也感到快乐!公主欣慰的笑了。


Cergam Kumarajiva 28


Tiba-tiba awan gelap menutupi mentari, muncul badai, pasir kuning memenuhi angkasa dan menutupi permukaan tanah mengarah kepada mereka. Mereka hanya bisa menghentikan langkah kaki, berlindung di samping unta agar terhindar dari terpaan badai pasir. Pada saat itu suhu udara juga mendadak turun, mereka sangat kedinginan dan menggigil.
  
  突然,乌云遮日,狂风卷起,黄沙铺天盖地向他们扑来。他们只得停止前进,背靠着骆驼躲避风沙。这时,气温也骤然下降,大家都冻得缩成一团,瑟瑟发抖。


Cergam Kumarajiva 27


Perjalanan yang ditempuh ibu dan anak itu belumlah jauh, namun mereka sudah harus bertemu dengan ganasnya medan gurun pasir. Luasnya hamparan gurun pasir, tak terlihat ujung batasnya, hanya dengan mengikuti jejak samar kotoran unta dan bangkai-bangkai yang tidak sempurna lagi, yang menunjukkan di tempat ini pernah ada manusia yang dimakan. Jika dibandingkan dengan gurun pasir maka manusia sangat kecil! Dalam hati puteri terus berdoa memohon perlindungan Buddha agar mereka berhasil melewati gurun pasir dengan selamat.       
  

  母子一行不久就面临了穿越沙漠的艰难。浩瀚的沙漠,一望无际,唯有隐约可见的骆驼粪便和残缺不全的尸骸,表明曾经有人在这里被吞噬。和沙漠相比,人是那么渺小阿!公主默默地祈祷佛陀保佑他们母子一行顺利经过这片大沙漠。

Cergam Kumarajiva 26


Puteri mendengar bahwa Kerajaan Kapisa (sekarang daerah Kashmir), ada seorang praktisi yang bernama Bandhudatta, demi menjalani kehidupan Sangha yang sesungguhnya, juga untuk menempa Kumarajiva merasakan pahit getirnya kehidupan, maka puteri membawa Kumarajiva meninggalkan Kerajaan Kucha menuju Kerajaan Kapisa, saat itu Kumarajiva berusia 9 tahun. 


  公主听说罽宾国(今克什米尔一带)有一位大德名叫盘头达多,为了过真正的出家生活,也为了让罗什经受风雨的锻炼,就带着罗什离开龟兹,远赴罽宾国那年,罗什九岁。

Cergam Kumarajiva 25


Yang paling tak terduga adalah Kumarajiva menggunakan kalimat yang tercantum dalam sutra untuk mengucapkan keluar kerisauan ibundanya, puteri menjadi terkejut bercampur bahagia. Puteri berkata pada anaknya : “Rakyat mengantarkan persembahan karena saya adalah adik raja, dan kamu adalah keponakan raja. Tampaknya kita harus pergi dari Kerajaan Kucha, meninggalkan kehidupan yang penuh dengan junjungan”.
  

  令公主想不到的是,罗什竟引用佛经上的话,把公主的担忧说了出来,公主惊喜交加。她对罗什说:国人送来供养,是因为我是王妹,你是王甥。看来我们只有离开龟兹国,撇弃这养尊处优的生活。

Cergam Kumarajiva 24


Setelah kabar tentang Puteri Jiva dan putranya, Kumarajiva, yang meninggalkan istana menjalani hidup Kebhikkhuan tersebar, umat Kerajaan Kucha demi menunjukkan penghormatan mereka pada ibu dan anak, berbondong-bondong mengantar persembahan kepada mereka. Puteri merasa tidak nyaman, menurutnya sebagai seorang anggota Sangha, tidak boleh terlampau menerima penghormatan dan persembahan; sehingga berniat menghentikan tindakan rakyatnya itu, namun hal ini tidaklah mungkin, apa yang harus dilakukan?
  

  公主母子出家的消息传开后,龟兹国的信徒们为了表示对公主母子的尊敬,源源不断地为他们送来供养。公主感到不安。她想作为出家人,不能接受过分尊敬而得到太多的东西;可要阻止人们这样做,又显然是不可能的,怎么办?

Cergam Kumarajiva 23


Mulai hari kedua, Kumarajiva setiap hari menghafal seribu bait gatha. Setiap bait terdiri dari 32 aksara, seribu bait berarti 32 ribu aksara. Bukan saja kemampuan ingatannya yang membuat orang terpana, bahkan kemampuan pemahamannya juga begitu luar biasa, terhadap semua teori yang diajarkan oleh gurunya dipahaminya dengan sempurna; walaupun terhadap makna sutra yang sulit dijelaskan juga dapat dipahaminya. Guru sangat menyukainya, berusaha semaksimal mungkin untuk mewariskan ilmunya. Dikisahkan dalam waktu yang belum sampai setahun, gatha yang telah dihafal Kumarajiva telah berjumlah tiga ratus ribu bait, sedangkan sutra berjumlah sepuluh gulungan. Ada orang yang membuat kalkulasi terhadap keseluruhan sutra Buddha yang telah dihafalnya semasa kecil, yakni lebih dari 4 juta aksara.    

  从第二天起罗什每天熟读背诵一千偈。每一首偈三十二个字,一千偈就是三万二千字。他不但记忆力惊人,理解力也强,对师父所讲的义理能透彻地理解;就是最难理解的经文,也能明白一些。师父很喜欢他,尽可能地传授。据说,在短短的一年中,罗什念过的偈子就有三十万首,经文也有十卷。有人作过统计,他幼年熟读、背诵的佛经,竟有四百多万字。


Cergam Kumarajiva 22


Kumarajiva yang masih berusia 7 tahun mulai mengikuti ibundanya memulai perjalanan yang penuh tantangan untuk mempelajari Ajaran Buddha. Mereka menetap di sebuah vihara, Kumarajiva berguru pada seorang praktisi Theravada yang terkenal pada masa itu, bernama  Futu Shemi, mempelajari Abhidharma. Futu Shemi melihat Kumarajiva amat pintar, maka terlebih dulu mengajarkan dia sepuluh bait gatha. Tak diduga gurunya baru selesai melafal, Kumarajiva sudah bisa langsung melafalnya keluar tanpa kurang satu huruf. Kemudian sang guru melafal sepuluh bait, Kumarajiva langsung mengulanginya sekaligus. Ketajaman ingatan Kumarajiva sungguh membuat Futu Shemi menjadi terkesima.
  
  七岁的鸠摩罗什随着母亲开始了很艰难的佛学生涯。他们在一座寺庙里住了下来,罗什拜当时著名的小乘学者佛图舌弥为师,修习《阿毗昙经》。佛图舌弥看罗什相貌聪明,便先教他十首偈子。想不到师傅刚念完,罗什就一字不差的背了出来。师傅又念了十首,罗什又一口气背了出来。罗什惊人的记忆力使佛图舌弥愣住了。


Cergam Kumarajiva 21


Kumarajiva tampaknya sangat memahami isi hati ibundanya, dia memberitahu ayahandanya bahwa dia ingin mengikuti jejak ibundanya menjadi anggota Sangha. Kumarayana yang selama ini amat memahami Ajaran Buddha, melihat istrinya menjadi Bhikkhuni, dan sekarang putranya ingin menyusul menjadi Bhikkhu, menyadari segalanya sungguh tidak kekal. Dia membelai kepala anaknya sambil berkata : “Anakku ikutlah dengan bundamu”. Kumarajiva segera memberitahukan bundanya niatnya untuk ikut memasuki Sangha, puteri tersenyum dan segera menyetujuinya.

  罗什像是很懂母亲的心事,他告诉父亲,自己要跟着母亲出家。一向深明佛理的罗炎眼看着妻子出了家,现在儿子又要出家,感到这真是世事无常。他抚摩着儿子的头说:你就随你母亲去吧。罗什又对母亲说要随母亲出家,母亲笑着答应了。


Cergam Kumarajiva 20


Pada pagi hari ke-2, puteri ditabhiskan menjadi samaneri, tidak berapa lama kemudian dia menerima sila dan resmi menjadi Bhikkhuni. Tetapi dia tidak langsung tinggal di dalam vihara, hanya melatih diri di dalam rumahnya, karena dia berniat membawa serta putranya, Kumarajiva, sekalian memasuki Sangha, agar Kumarajiva kelak dapat menjadi seorang ahli di bidang Ajaran Buddha. Hanya saja dia masih sulit untuk buka mulut, karena dia tahu bahwa Kumarayana hanya memiliki seorang putra, dan dia sangat menyayangi putra tunggalnya ini.  


  第二天早晨,公主便剃发出家,不久正式受戒做了比丘尼。但是她没有立即住进寺庙,只在家中修行,因为她想把罗什一起带着出家,让他成为一个大智大慧的佛学家。只是这件事她还难以启齿,因为她知道罗什是罗炎唯一的儿子,罗炎是多么的爱他的儿子啊。

Cergam Kumarajiva 19



Puteri tidak dapat melupakan apa yang dilihatnya sewaktu berada di luar sana, maka itu dia memutuskan untuk menjadi Bhikkhuni. Dengan gigih dia berusaha meminta persetujuan suaminya : “Kumarayana, saya sudah memutuskan untuk menjadi Bhikkhuni, mohon jangan menghalangiku lagi”.  Kumarayana berusaha untuk melunakkan hati puteri, namun juga tidak dapat membatalkan niat sang puteri. Demi menunjukkan kebulatan tekadnya, puteri melakukan mogok makan, sampai hari ke-6, kondisi puteri sudah sekarat. Kumarayana tidak tega melihat kondisi istrinya itu, dengan terpaksa menyetujui niat istrinya untuk menjadi Bhikkhuni. Kemudian dia menyuruh dayang istana untuk membawakan makanan dan dia sendiri yang menyuapi puteri.



  公主无法忘记在郊外所看到的一切,于是决定出家。她坚决地对丈夫说:罗炎,我决定出家做比丘尼,请你不要阻拦我。罗炎再一次用爱心打动她,然而公主决心已定。为了表示自己的决心,她拒绝进食,带了第六天,已是奄奄一息了。罗炎不能眼看爱妻死去,只得答应公主出家。他命令宫女端来食物,亲自一匙一匙的给公主喂下去。

Cergam Kumarajiva 18


Pada suatu hari di bulan keempat, mentari bersinar cerah, puteri yang sudah lama dililit kerisauan, dengan didampingi beberapa dayang keluar dari istana, bertamasya menghibur diri sejenak. Awan cerah dan hijaunya rumput, pemandangan alam yang indah membuat hati puteri perlahan menjadi nyaman, tanpa disadari perjalanan yang ditempuh semakin jauh dan memasuki wilayah hutan. Tiba-tiba setumpuk tulang putih muncul di hadapannya, puteri yang baru saja mulai merasakan kegembiraan tiba-tiba terkejut dan panik, pikirannya larut lagi ke dalam persoalan kelahiran dan kematian, sehingga pulang ke istana dengan perasaan yang risau.


  四月的一天,阳光明媚,郁闷已久的公主带着几个宫女走出深宫,去郊外散心。白云漂浮,绿草青青,大自然的景色使公主的心情逐渐放松,她不知不觉地朝绿野深处走去。突然,一具白骨出现在眼前,公主刚舒展的心情一下子收紧,沉入到生与死的思考之中。闷闷不乐的回到王宫。

Cergam Kumarajiva 17



Tidak lama kemudian, Pusysdeva yang bertubuh lemah dan sakit-sakitan akhirnya meninggal dunia. Puteri merasa amat bersedih hati, seketika itu juga dia menyadari kehidupan manusia yang penuh dengan penderitaan, penderitaan kematian. Dia berpikir : “Mengapa jalinan jodohku dengan Pusysdeva begitu singkat!”  Di dalam lautan samsara, ketika menghadapi pertemuan dan perpisahan, ternyata kekuatan manusia begitu tak berdaya! Segala yang ada di dunia ini, kekayaan, kejayaan, kegembiraan, kekuasaan, sungguh tidak dapat diandalkan! Niat untuk memasuki Sangha kembali memenuhi pikirannya.

  没过多久,体弱多病的弗沙提婆夭折了。公主非常伤心,她在骤然间经历了生的痛苦,死的悲哀。她想:我与弗沙提婆的因缘何其短暂啊!在生死、聚散面前,人的力量是那么的渺小!世上的一切,荣华、富贵、欢乐、权力,是那么不可靠!出家的念头再次在她的心头复萌。


Cergam Kumarajiva 16



Kemudian, puteri melahirkan seorang putra lagi, diberi nama Pusysdeva. Puteri berusaha membesarkan kedua putranya, mengesampingkan niatnya untuk menjadi Bhikkhuni. Pusysdeva sering sakit sehingga membawa banyak kerisauan pada puteri. Untunglah Kumarajiva tumbuh dengan sehat. Suatu hari, puteri membawa Kumarajiva berjalan-jalan di taman, tak sengaja mengajarinya menyanyi sebuah lagu anak, tak diduga, baru hanya sekali mengajarinya, dia langsung bisa menghafal. Kemudian puteri mengajarinya lagi lagu lain, begitu selesai diajari, Kumarajiva langsung bisa menyanyi dengan sempurna. Puteri menjadi terkejut juga merasa bersukacita.        
  

  后来,公主又生了一个儿子,取名弗沙提婆。公主尽心抚养两个儿子,把出家的念头搁置一边,可是弗沙提婆经常生病,给公主带来很大烦恼。且喜罗什像小树苗一样茁壮成长着。一天,公主带着罗什在花园散步,随口教了他一首儿歌,谁知只教了一遍,他就会背了。又教了他另一首,刚教完,罗什就有腔有调的唱了起来。公主又惊又喜。

Cergam Kumarajiva 15


Setelah Kumarajiva lahir, Puteri Jiva semakin melarutkan diri dalam mempelajari Ajaran Buddha. Suatu hari, dia memberitahukan suaminya niatnya untuk menjadi Bhikkhuni. Kumarayana menjelaskan padanya: “Saya tidak menentang keinginanmu untuk menjadi anggota Sangha, namun anak kita masih kecil dan membutuhkan perhatianmu, apakah anda tega meninggalkannya begitu saja?”. Mendengar ucapan suaminya yang cukup beralasan, puteri terpaksa menunda niatnya itu.


  罗什出生以后,公主更加虔诚地信奉佛教。有一天,她向丈夫提出要去出家。罗炎对她说:你要出家我不反对,但是孩子还在吃奶,你忍心弃他不顾吗?公主听了丈夫一番合乎情理的话,暂时打消了出家的念头。

Cergam Kumarajiva 14


Dalam penjalanan pulang dari vihara ke istana, niat untuk menjadi Bhikkhuni mulai memenuhi pikiran puteri. Setelah mengandung selama 10 bulan, puteri melahirkan seorang putra. Kumarayana sangat bersukacita, memberi nama anaknya sebagai Kumarajiva, dia merasa amat berbahagia,bersama istrinya mereka sering duduk di samping ayunan, memandang bayi mereka. Anak ini memiliki telinga dan muka yang agak lebar, hidungnya mancung, wajahnya tidak seperti orang awam.
     
  从雀梨寺回宫后,出家的念头在公主的心里一点点滋长着。经过十月怀胎,孩子出生了,是一个健康的男婴。罗炎惊喜万分,给儿子取名鸠摩罗什,他感到很幸福,经常同妻子坐在摇篮边,看着自己的儿子。这孩子耳大面阔,鼻子高挺,相貌不凡。


Cergam Kumarajiva 13


Di dalam vihara ada seorang Bhikkhu yang bernama Damo Qusha, berkata pada para hadirin : “Ini pasti disebabkan oleh bayi yang dikandung puteri adalah anak yang memiliki kebijaksanaan yang tinggi”.  Melihat mereka masih tidak mengerti maka beliau melanjutkan lagi : “Sariputra adalah siswa utama Buddha yang memiliki kebijaksanaan terunggul, dikisahkan ketika ibundanya sedang mengandung dirinya, kebijaksanaannya menjadi lebih unggul daripada orang lain, sampai ahli debat terunggul kaum brahmana juga kalah berdebat dengannya. Ketika Sariputra telah lahir, ibundanya kembali pada kondisi semula. Setelah mendengar ucapan ini para hadirin merasa gembira atas kondisi puteri.  
  

  寺里的一位叫达摩瞿沙的法师对大家说:这一定是怀有大智慧之子的缘故。他见大家不理解,又接着说:舍利弗是佛陀座下智慧第一的大弟子,据说她母亲怀孕时,变得智慧过人,连婆罗门中最负盛名的雄辩家梵志都辩不过他。舍利弗降生以后,他母亲又恢复到从前的样子了。大家听了这番话,都为公主感到高兴。

Kamis, 12 September 2013

Cergam Kumarajiva 12



Kegiatan harian Puteri Jiva bersama rekan-rekannya yang lain di vihara adalah bernamaskaran pada Buddha dan mendengar ceramah Dharma. Jika ada yang tidak begitu memahami makna sutra, maka puteri segera menjelaskan pada mereka. Suatu hari ada seorang Bhikkhu yang berasal dari India datang ke vihara untuk membabarkan Dharma, puteri mendengarnya sampai terhanyut. Setelah Bhikkhu selesai berceramah, puteri mengajukan pertanyaan dengan Bahasa Sanskrit yang begitu fasih, semua hadirin jadi amat terkejut.    
  
  公主和同去的妇女们天天在寺内礼佛听法。有的妇女理解不了经义,公主就为她们讲解。一天,一位从天竺来的高僧用天竺语讲经,公主听的入了神。高僧讲毕。公主用流利的天竺语提问,这使大家都非常惊讶。


Cergam Kumarajiva 11


Sejak awal puteri memang bermaksud untuk ke vihara melakukan namaskara pada Buddha, setelah memperoleh persetujuan dari suaminya, dia mengajak para kaum wanita keluarga istana serta istri para pejabat istana, mempersiapkan beberapa kereta yang mengangkut bekal keperluan selama perjalanan, juga mengundang beberapa Bhikkhuni untuk duduk di atas kereta, pada hari yang cerah mereka memulai perjalanan menuju Vihara Que Li Da Si. Sesampainya di sana, para anggota Sangha menuruti tata krama setempat untuk menyambut kedatangan dan mengatur penginapan buat para tamu agung tersebut.  
   

  公主早就想去寺庙礼佛,于是就征得丈夫同意,邀请了几位王族妇女和大臣的夫人们,准备了几车物品,又请了几位德行高尚的比丘尼,坐上马车,在一个阳光明媚的日子里,向雀梨寺出发。僧人们按礼节接待了她们,安排她们在寺庙右边的女宾馆挂单。